JAKARTA, WARTA NASIONAL – Survei yang dilakukan Center of Economic and Law Studies (CELIOS) bersama Kabinet Bayangan menemukan mayoritas responden mengaku mengalami stres ketika menilai kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka selama dua tahun terakhir.
CELIOS merupakan lembaga riset independen nirlaba (think tank) di Indonesia yang berfokus pada analisis multidisiplin di bidang ekonomi dan hukum.
Dalam survei yang dirilis secara daring pada Minggu (11/10/2026), sebanyak 75 persen responden menyatakan merasa stres dengan kebijakan pemerintah.
Sementara itu, 67 persen responden mengaku merasa stres dengan perilaku Presiden Prabowo.
Temuan tersebut dipaparkan oleh peneliti CELIOS, Bhima Yudhistira, berdasarkan survei yang melibatkan 1.142 responden dari masyarakat umum yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia.
Hasil survei itu tidak hanya menyoroti persepsi masyarakat terhadap kebijakan dan perilaku kepala negara, tetapi juga memperlihatkan sejumlah persoalan yang dinilai mendesak untuk ditangani pemerintah.
Di antaranya adalah kenaikan atau tingginya harga kebutuhan pokok, persoalan lapangan kerja, perlindungan pekerja, penegakan hukum, reformasi birokrasi, hingga kondisi ekonomi rumah tangga.
Survei tersebut juga mencatat 53 persen responden menilai kondisi ekonomi rumah tangga mereka lebih buruk dibandingkan setahun sebelumnya.
Temuan ini menjadi salah satu aspek yang disoroti CELIOS dalam menyampaikan rekomendasi koreksi kebijakan pemerintah.








Berita Terbaru
Kemendiktisaintek Dorong Riset Berbasis Masalah, Kampus Dituntut Hasilkan Inovasi Nyata
Kendalikan Inflasi dari Hulu ke Hilir, Tanah Datar Jaga Produksi hingga Pasar Petani
Putusan MK: Bukti Ijazah Setara SMA Gibran Tak Ditemukan
Ferry dan Rocky Serukan Koperasi Jadi Gerakan Ekonomi Rakyat
Apa Kehebatan Suyudi Ario Seto? Ini Dugaan Alasan Prabowo Tunjuk jadi Kapolri
Kabinet Prabowo Berubah Lagi, Ini Daftar Pejabat yang Bergeser