JAKARTA, WARTA NASIONAL – Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang dijalankan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mulai menunjukkan kontribusi terhadap pergerakan ekonomi masyarakat pesisir.
Dari 65 lokasi yang menjalani uji coba operasional, program tersebut telah memperdagangkan 719 ton ikan dengan nilai mencapai Rp18,77 miliar.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, capaian tersebut menjadi salah satu indikator manfaat program prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan produktivitas masyarakat pesisir.
“Ini capaian baik di dua tahun kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo bahwa program prioritas beliau benar-benar bermanfaat dan membantu masyarakat pesisir menjadi lebih produktif,” kata Trenggono dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (20/10).
Menurut Trenggono, nilai perdagangan tersebut berasal dari pengiriman hasil perikanan dari sejumlah lokasi KNMP ke berbagai pasar domestik, antara lain Jakarta, Kendari, Medan, Surabaya, Bandar Lampung, Ternate, hingga Dompu.
Produk perikanan dari KNMP Margasari, Lampung, bahkan telah menembus pasar ekspor ke China.
Komoditas yang dihasilkan meliputi tuna, cumi-cumi, gurita, tongkol, bawal, ikan demersal, dan kakap putih. Selain pemasaran ikan segar, program ini juga mendorong pengolahan hasil perikanan menjadi produk bernilai tambah, seperti tuna loin dan tuna fillet.
“KNMP memang dibangun untuk menghidupkan ekosistem perikanan dari hulu sampai hilir. Jadi selain nelayan yang didorong produktif, ikan-ikan yang dihasilkan juga diolah menjadi produk bernilai tambah,” ujarnya.
KKP Bangun 1.269 Lokasi KNMP pada 2026
Pada 2025, KKP membangun 100 lokasi KNMP di sejumlah kawasan pesisir Indonesia. Dari jumlah tersebut, 65 lokasi telah menjalani uji coba operasional, sedangkan 35 lokasi lainnya masih dalam tahap penyelesaian fisik bangunan.
Setiap lokasi dilengkapi berbagai sarana pendukung kegiatan perikanan, seperti dermaga, tempat penyimpanan dingin (cold storage), kendaraan berpendingin, sentra kuliner, mesin produksi, kios perbekalan, bengkel, hingga pabrik es.
KKP juga memberikan pendampingan kepada pengelola koperasi untuk mengidentifikasi potensi bisnis, mencari mitra usaha, serta memenuhi kebutuhan legalitas dan perizinan. Pendampingan turut mencakup administrasi usaha, pengelolaan rantai dingin, literasi keuangan, diversifikasi produk, serta sertifikasi kelayakan pengolahan dan distribusi ikan.
Untuk memperluas pemasaran, KKP menghubungkan unit usaha KNMP dengan berbagai mitra, mulai dari unit pengolahan ikan, eksportir, pemasok, distributor, pedagang pengumpul, koperasi perikanan, hingga kelompok pengolah hasil perikanan.
Akses pembiayaan juga diperkuat melalui hubungan dengan lembaga keuangan, termasuk bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan Bank Pembangunan Daerah (BPD).
Pada 2026, KKP kembali membangun 1.269 lokasi KNMP yang saat ini masih dalam tahap pembangunan fisik. Pengembangan tersebut menggunakan konsep hub dan penyangga untuk mengintegrasikan lebih banyak kawasan pesisir dengan sarana dan prasarana perikanan.
Melalui pengembangan tersebut, KKP menargetkan terbentuknya ekosistem perikanan yang lebih terintegrasi, mulai dari produksi, penyimpanan, pengolahan, hingga distribusi dan pemasaran hasil tangkapan nelayan.








Berita Terbaru
75% Stres dengan Kebijakan Pemerintahan, 67% Stres dengan Tingkah Prabowo
Kemendiktisaintek Dorong Riset Berbasis Masalah, Kampus Dituntut Hasilkan Inovasi Nyata
Kendalikan Inflasi dari Hulu ke Hilir, Tanah Datar Jaga Produksi hingga Pasar Petani
Putusan MK: Bukti Ijazah Setara SMA Gibran Tak Ditemukan
Ferry dan Rocky Serukan Koperasi Jadi Gerakan Ekonomi Rakyat
Apa Kehebatan Suyudi Ario Seto? Ini Dugaan Alasan Prabowo Tunjuk jadi Kapolri