HUT RI 81
BeritaJakarta

Prabowo Yakin Karhutla Kalimantan Segera Teratasi, 1.487 Titik Panas Terdeteksi

679
×

Prabowo Yakin Karhutla Kalimantan Segera Teratasi, 1.487 Titik Panas Terdeteksi

Sebarkan artikel ini
Presiden Prabowo Subianto saat bertemu dengan pengusaha Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia pusat dan daerah di Istana Negara, Jakarta, Jumat (31/7/2026). (Tangkapan Layar BPMI Setpres)

WARTA NASIONAL – Presiden Prabowo Subianto meyakini kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan dapat segera dikendalikan.

Hal tersebut disampaikan Prabowo usai mengikuti rapat penanggulangan karhutla di Bandar Udara Tjilik Riwut, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Sabtu (22/8/2026).

Presiden mengatakan pemerintah terus memperkuat upaya penanganan karhutla, termasuk dengan menambah armada helikopter, peralatan pemadam, hingga mesin bor untuk mencari sumber air.

“Jadi saya berharap kita segera bisa kembali kendalikan,” kata Prabowo.

Menurutnya, Indonesia sebelumnya pernah menghadapi kondisi karhutla yang jauh lebih parah. Dengan pengalaman tersebut, ia optimistis kebakaran yang terjadi saat ini juga dapat ditangani.

“Kalau kita lihat sejarah, tahun-tahun yang dulu, sangat lebih parah kita mampu atasi. Jadi saya percaya ini segera kita atasi,” ujarnya.

Prabowo mengaku telah melihat langsung sejumlah lokasi yang terdampak kebakaran di Kalimantan. Ia juga menerima laporan mengenai berbagai kebutuhan yang diperlukan untuk mempercepat proses pemadaman.

“Semua pejabat melaporkan kebutuhan-kebutuhannya, kita berusaha penuhi. Tiap hari kita tambahkan helikopter-helikopter, alat-alat, mesin bor untuk air, semua perlengkapan kita penuhilah,” katanya.

Presiden menegaskan, salah satu prioritas utama pemerintah adalah mencegah meluasnya kebakaran dan bertambahnya titik api.

“Yang penting kita segera hentikan perluasan penambahan titik api,” tegasnya.

1.487 Titik Panas Terdeteksi

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 19 Agustus 2026, terdapat 1.487 titik panas (hotspot) yang terdeteksi di wilayah Kalimantan.

Sebaran titik panas tersebut meliputi 767 titik di Kalimantan Tengah, 441 titik di Kalimantan Barat, 315 titik di Kalimantan Timur, 34 titik di Kalimantan Selatan dan 17 titik di Kalimantan Utara.

Selain tingginya jumlah hotspot, luas kawasan yang terdampak karhutla juga menjadi perhatian pemerintah.

Data menunjukkan luas karhutla mencapai sekitar 202 ribu hektare sepanjang tujuh bulan pertama 2026. Sekitar 95 ribu hektare di antaranya terjadi hanya pada Juli 2026, dengan sekitar 57 persen berada di kawasan hutan.

Polisi Kantongi Sejumlah Nama

Di tengah upaya pemadaman, kepolisian juga melakukan penyelidikan terhadap sejumlah kasus karhutla yang terjadi di beberapa wilayah Kalimantan.

Polri disebut telah mengantongi sejumlah nama setelah melakukan investigasi terkait penyebab kebakaran hutan dan lahan di sejumlah provinsi.

Namun, proses hukum dan pihak-pihak yang diduga bertanggung jawab masih menunggu hasil penyelidikan serta keterangan resmi dari kepolisian.

Jutaan Warga Terdampak

Karhutla yang terjadi tidak hanya menimbulkan kerusakan lingkungan, tetapi juga berdampak terhadap masyarakat.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan dan Sumatera telah berdampak terhadap sekitar 3.158.166 penduduk.

Dampak tersebut terutama berkaitan dengan memburuknya kualitas udara akibat asap kebakaran.

Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan.

Pemerintah pun terus memperkuat penanganan di lapangan agar kebakaran tidak semakin meluas dan dampaknya terhadap masyarakat dapat ditekan.

Presiden Prabowo menegaskan seluruh kebutuhan penanganan akan terus dipenuhi secara bertahap, dengan tujuan utama menghentikan pertambahan titik api dan mengendalikan karhutla secepat mungkin.