Warta Nasional – Koperasi Merah Putih Melawai hanya raup laba Rp78 ribu selama 6 bulan.
Padahal untuk pembangunannya pemerintah menggelontorkan dana Rp3 miliar.
Hal itu pun membuat Menteri Koperasi Ferry Juliantono dicecar oleh anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Mufti Anam.
Mufti mempertanyakan kabar bahwa Koperasi Kelurahan Merah Putih di Melawai, Blok M, Jakarta Selatan, hanya mampu mencatatkan keuntungan bersih Rp 78.000 selama enam bulan beroperasi.
Ia pun meminta tranparansi terkait koperasi ini.
“Bayangkan, modal Rp 3 miliar, untung bersihnya Rp 78.000. Hanya 0,0026 persen dari Rp 3 miliar, Pak Menteri,” kata Mufti dalam rapat kerja bersama Menteri Koperasi Ferry Juliantono di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (15/7/2026).
Menurut Mufti, angka Rp 78.000 tersebut bukan merupakan keuntungan harian atau bulanan, melainkan total laba bersih selama 6 bulan koperasi tersebut beroperasi.
“Bahkan njenengan tahu, itu bukan untung per hari loh Rp 78.000 setelah kami baca lebih detail. Bukan untung per bulan, untung enam bulan selama dia berdiri, Pak Menteri,” ujarnya.
Ia mendesak pemerintah agar menyajikan data yang transparan mengenai jumlah koperasi yang sudah dibangun, total omzet, hingga sejauh mana koperasi tersebut mampu menyerap tenaga kerja.
“Kami pengen tanya sebenarnya koperasi yang sudah dibangun tuh berapa? Berapa yang sudah beroperasi? Omzetnya berapa? Laba bersih berapa? Berapa yang mampu meningkatkan pendapatan rakyat? Berapa yang sudah mampu apa namanya, menghire tenaga kerja yang dijanjikan oleh negara?” ucap Mufti.
Mufti menegaskan, penjelasan dari pemerintah melalui Menteri Koperasi sangat penting guna menghindari spekulasi liar.
“Tidak ada opsi gagal untuk Koperasi Desa Merah Putih. Karena rakyat dan negara sudah berkorban begitu besar untuk Koperasi Desa Merah Putih,” imbuhnya.






