HUT RI 81
BeritaNasional

Menkomdigi: Konektivitas di NTT Pascagempa telah Pulih 100 Persen

157
×

Menkomdigi: Konektivitas di NTT Pascagempa telah Pulih 100 Persen

Sebarkan artikel ini
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, menyampaikan capaian tersebut saat membuka Lomba Khas 17-an Komdigi Karnaval 2026 di Lapangan Anantakupa Kemkomdigi, Jakarta., Rabu (19/8/2026). (Foto: Dok. KPM Kemkomdigi)

Warta Nasional – Konektivitas telekomunikasi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pascagempa dilaporkan telah pulih 100 persen, menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung masyarakat menjalani masa pemulihan setelah bencana.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, menyampaikan capaian tersebut saat membuka Lomba Khas 17-an Komdigi Karnaval 2026 di Lapangan Anantakupa Kemkomdigi, Jakarta, Rabu (19/8/2026).

Meutya Hafid mengapresiasi jajaran Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital (Ditjen Infradig) yang terus bekerja menjaga dan memulihkan konektivitas telekomunikasi di wilayah terdampak bencana.

“Terima kasih kepada khususnya teman-teman di Infradig yang telah menjaga konektivitas di NTT. Terima kasih kemarin kami dilaporkan juga bahwa hari ini kita 100 persen pulih,” ujar Meutya.

Menkomdigi, Meutya Hafid, mengungkap lebih dari 99 persen Base Transceiver Station (BTS) yang terdampak gempa Nusa Tenggara Timur (NTT) telah pulih. Hanya tinggal 1 BTS yang saat ini masih dalam proses perbaikan.

“Per pukul 18.00 WIB tanggal 18 Agustus 2026, sudah 99.9 persen site BTS terdampak gempa NTT yang sudah berhasil dipulihkan,” kata Menkomdigi Meutya Hafid, Rabu (19/8/2026).

Berdasarkan identifikasi Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), terdapat 812 site BTS yang terdampak gempa saat bencana terjadi pada Sabtu (15/8/2026) lalu.

Sebanyak 812 site atau BTS itu tersebar di 11 kabupaten/kota di Provinsi NTT.

Dari 812 site BTS yang terdampak itu, Meutya mengungkap saat ini hanya tinggal satu yang masih dalam proses pemulihan.

“Hanya tinggal sau site BTS yang saat ini masih proses perbaikan yakni site yang berada di Manggarai. Sementara seluruh site BTS terdampak di delapan daerah lain sudah pulih sepenuhnya,” jelas Menkomdigi.

Menurut Meutya, pemulihan konektivitas menjadi bagian dari peran pemerintah melalui Komdigi untuk membantu masyarakat terdampak bencana.

Ketersediaan jaringan telekomunikasi diperlukan agar masyarakat tetap dapat berkomunikasi, memperoleh informasi, serta mendukung koordinasi penanganan dan pemulihan di lapangan.

Meski konektivitas telah dilaporkan pulih 100 persen, Meutya menegaskan masih terdapat pekerjaan yang harus dilakukan di NTT maupun wilayah lain yang terdampak bencana.

“Mudah-mudahan meskipun masih banyak yang harus kita perbaiki di NTT dan juga daerah yang terkena bencana, tapi paling tidak dalam peran kita sebagai pemerintah c.q. Kemkomdigi kita membantu untuk mendorong konektivitas bisa kembali pulih seperti sediakala,” katanya.

Meutya menilai pemulihan konektivitas merupakan salah satu bentuk kehadiran pemerintah dalam membantu masyarakat kembali menjalankan aktivitas setelah bencana.

Ia juga mengingatkan jajaran Kemkomdigi bahwa tantangan menjaga konektivitas akan semakin besar seiring perkembangan digitalisasi yang berlangsung cepat.

Karena itu, infrastruktur dan ekosistem digital harus terus dijaga agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Di luar itu, tantangan di tahun ini pasti akan juga tidak mudah dengan digitalisasi yang begitu cepat, kita juga harus menjaganya dengan baik,” ujar Meutya.

Di sisi lain, Meutya Hafid berharap warga terdampak gempa NTT dapat segera pulih dan bisa kembali beraktivitas seperti sedia kala. Ia juga mendorong agar masyarakat Indonesia terus memberikan solidaritas kepada warga terdampak gempa NTT melalui aksi nyata.

“Mari kita bersama membantu dengan berbagai cara dan sarana yang kita bisa untuk membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang menjadi korban gempa NTT,” tutup Meutya.