HUT RI 81
JakartaNasionalPemerintahan

Pemerintah Percepat Penanganan Bencana di NTT, Infrastruktur Dasar Jadi Prioritas

60
×

Pemerintah Percepat Penanganan Bencana di NTT, Infrastruktur Dasar Jadi Prioritas

Sebarkan artikel ini

Saat ini, pemerintah masih melakukan pendataan dan penghitungan terhadap kerusakan infrastruktur akibat bencana

Menkoinfra Agus Harimurti Yudhoyono usai menghadiri rangkaian peringatan HUT ke-81 RI di Istana Kepresidenan, Jakarta. (foto: Humas Kemenkoinfra)

Warta Nasional – Pemerintah mempercepat koordinasi penanganan bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat serta pemulihan konektivitas antarwilayah yang terdampak.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menkoinfra) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan, terdapat tiga langkah utama yang menjadi fokus pemerintah dalam menangani dampak bencana di wilayah

Prioritas pertama adalah mentersebut.dukung proses evakuasi masyarakat terdampak. Pemerintah memastikan upaya penyelamatan dan pemindahan warga dari wilayah rawan dapat berjalan dengan cepat dan aman.

Kedua, pemerintah berupaya menjaga konektivitas antardaerah agar masyarakat tidak terisolasi akibat kerusakan infrastruktur yang ditimbulkan bencana, seperti gempa bumi maupun tanah longsor.

Sementara prioritas ketiga adalah mempercepat pemulihan infrastruktur dasar yang menunjang kehidupan masyarakat.

“Fasilitas pendukung infrastruktur dasar seperti air bersih dan listrik harus dipastikan segera kembali normal karena sangat berdampak pada kehidupan sehari-hari masyarakat,” ujar AHY di Jakarta, Senin (17/8/2026).

Saat ini, pemerintah masih melakukan pendataan dan penghitungan terhadap kerusakan infrastruktur akibat bencana.

Inventarisasi tersebut mencakup berbagai fasilitas, mulai dari akses jalan yang terputus hingga jaringan penyediaan air bersih.

Pendataan menjadi bagian penting untuk memastikan proses rehabilitasi dan rekonstruksi dapat dilakukan secara efektif, terukur, dan tepat sasaran sesuai tingkat kerusakan serta kebutuhan masyarakat di lapangan.

Tak hanya di wilayah timur Indonesia, pemerintah juga terus memantau kondisi dan pemerataan infrastruktur di berbagai wilayah lain, termasuk Sumatra dan Jawa.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari penguatan kesiapsiagaan nasional dalam menghadapi berbagai potensi bencana dan gangguan alam.

AHY menegaskan, percepatan pemulihan infrastruktur di daerah terdampak merupakan bentuk solidaritas seluruh elemen bangsa kepada masyarakat yang tengah menghadapi bencana.

Pemerintah berharap dukungan terhadap pemulihan fasilitas dasar dan konektivitas dapat membantu masyarakat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari sekaligus mempercepat proses pemulihan pascabencana.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur yang merata dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat menjadi bagian penting dari keberlanjutan pelayanan pemerintah, khususnya bagi warga yang berada di wilayah terdampak bencana.

Dengan percepatan penanganan tersebut, pemerintah menargetkan masyarakat terdampak dapat segera bangkit dan kembali menjalani kehidupan secara normal.