HUT RI 81
DaerahPemerintahan

Dampak Gempa NTT Kian Meluas: 11.925 Rumah dan Ratusan Fasilitas Publik di 7 Kabupaten Alami Kerusakan

124
×

Dampak Gempa NTT Kian Meluas: 11.925 Rumah dan Ratusan Fasilitas Publik di 7 Kabupaten Alami Kerusakan

Sebarkan artikel ini

Pemerintah Pusat melalui BNPB bersama Pemerintah Daerah dan unsur TNI-Polri terus menyalurkan bantuan logistik darurat

Warga berjalan di dekat bangunan Masjid Al-Istiqomah Ronting yang rusak akibat gempa bumi di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (18/8/2026). Manggarai Timur menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang terjadi pada 15 Agustus 2026, dengan sekitar 7.480 rumah dan lebih dari 40 tempat ibadah tercatat mengalami kerusakan. (Foto: Antara Foto/Fikri Yusuf).

Warta Nasional – Dampak guncangan gempa bumi yang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) dilaporkan kian meluas. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 11.925 unit rumah warga mengalami kerusakan, mulai dari kategori ringan, sedang, hingga rusak berat.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan sekaligus Direktur Mitigasi Bencana BNPB, Berton Panjaitan, mengonfirmasi bahwa kerusakan tersebut tersebar di tujuh kabupaten di NTT. Tim gabungan hingga kini masih terus melakukan penanganan darurat serta validasi pendataan di lapangan.

“Pendataan kerusakan akibat gempa di Nusa Tenggara Timur masih terus dilakukan oleh tim gabungan,” ujar Berton Panjaitan saat dikonfirmasi, Rabu (19/8/2026).

Sebaran Kerusakan Kerugian di 7 Kabupaten Dampak Gempa NTT:

1. Kabupaten Nagekeo

  • Permukiman: 1.373 unit Rumah Rusak Berat (RB), 260 unit Rusak Sedang (RS), dan 1.229 unit Rusak Ringan (RR).
  • Fasilitas Publik: 85 unit fasilitas pendidikan, 8 unit fasilitas kesehatan, 17 unit tempat ibadah, serta 5 titik ruas jalan rusak.

2. Kabupaten Ende

  • Permukiman: 328 unit rumah RB, 174 unit RS, dan 574 unit RR.
  • Fasilitas Kesehatan: 2 unit RB, 4 unit RS, dan 22 unit RR.
  • Fasilitas Pendidikan: 21 unit RB, 35 unit RS, dan 15 unit RR.
  • Fasilitas Lainnya: 33 tempat ibadah (9 RB, 8 RS, 16 RR), 16 kantor pemerintah, serta 5 titik akses jalan utama (termasuk Trans Ende-Nagekeo, Trans Ende-Arubara, Trans Ende-Wolotopo, dan jalan di Pulau Ende).

3. Kabupaten Manggarai

  • Permukiman: 1.597 unit rumah RB, 263 unit RS, dan 123 unit RR.
  • Fasilitas Publik: 104 unit fasilitas pendidikan RB, 39 unit fasilitas kesehatan (termasuk 1 Rumah Sakit RB), 12 kantor pemerintah, serta 22 unit fasilitas umum (fasum).

4. Kabupaten Manggarai Timur

  • Permukiman: 23 unit rumah RB, 15 unit RS, dan 11 unit RR.
  • Fasilitas Publik: 265 fasilitas pendidikan, 24 fasilitas kesehatan (termasuk 1 RS rusak ringan), 42 rumah ibadah, 57 fasilitas pemerintahan, 7 ruas jalan, 3 jembatan, serta 6 saluran irigasi.

5. Kabupaten Manggarai Barat

  • Permukiman: 1.196 unit rumah RB, 546 unit RS, dan 1.085 unit RR.
  • Fasilitas Publik: 22 fasilitas pendidikan, 14 fasilitas kesehatan, 19 tempat ibadah, 31 kantor pemerintahan, 2 jembatan, 1 rumah sakit (RR), serta 1 bangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

6. Kabupaten Ngada (Proses Pendataan)

  • Permukiman: 698 unit rumah RB, 465 unit RS, dan 1.133 unit RR.
  • Fasilitas Publik: 86 fasilitas pendidikan, 12 titik jalan, 56 kantor pemerintah, 42 faskes keswan, 36 tempat ibadah, 2 fasum air bersih, 1 saluran irigasi, serta 2 RS rusak ringan.

7. Kabupaten Sikka

  • Permukiman: 301 unit rumah RB, 193 unit RS, dan 338 unit RR.
  • Fasilitas Publik: 20 fasilitas pendidikan, 22 fasilitas kesehatan, 26 rumah ibadah, 16 bangunan pemerintah, serta 9 ruas jalan terdampak.

Fokus Penanganan Darurat

Pemerintah Pusat melalui BNPB bersama Pemerintah Daerah dan unsur TNI-Polri terus menyalurkan bantuan logistik darurat, mendirikan posko pengungsian, serta memastikan akses kesehatan bagi masyarakat terdampak. Pihak otoritas mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan serta mematuhi arahan petugas di lapangan.