Warta Nasional – Sosok dan profil dr Elda Putri Rahardini mendadak viral di media sosial.
Ia menjadi sasaran amukan netizen usai dituding mengunggah komentar jahat terhadap Yurizal, pasien BPJS yang curhat tidak mendapat penanganan yang baik dari rumah sakit.
Alih-alih memberikan empati, Elda Putri Rahardini malah melontarkan pernyataan yang bikin warganet geram.
Sontak, komentar Elda itu pun kemudian viral dan dibagikan ke banyak platform media sosial.
Begitu kemarahan publik membesar, Elda kabarnya sudah menyampaikan permintaan maaf.
“Saya mengakui sepenuhnya bahwa komentar yang saya tuliskan melalui akun media sosial saya beberapa waktu lalu sangatlah tidak pantas, tidak etis, dan menunjukkan ketiadaan empati,” tulis sebuah pernyataan viral, yang diklaim dibuat oleh Elda.
Meski sudah meminta maaf, netizen meminta Elda ini diberi hukuman.
Bahkan, warganet mencari dimana Elda kini bertugas, dan meminta tempatnya bertugas memberikan sanksi tegas terhadap dokter perempuan tersebut.
Profil dr Elda Putri Rahardini
dr Elda Putri Rahardini M.D., Ph.D. merupakan dokter, peneliti, sekaligus akademisi Indonesia yang memiliki pengalaman di bidang penyakit dalam, penelitian klinis, dan ilmu kardiovaskular.
Ia dikenal sebagai penerima beasiswa Monbukagakusho (MEXT) Jepang serta LPDP untuk melanjutkan pendidikan spesialis penyakit dalam.
Selain aktif sebagai dokter, ia juga membagikan pengalaman mengenai pendidikan kedokteran, riset, dan beasiswa melalui situs pribadinya.
Beberapa sumber menyebutkan, Elda merupakan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM), Program Pendidikan Dokter, lulus cum laude pada 2014.
Jika dilihat dari nama lengkapnya, alumni SMA Negeri 3 Semarang ini menyandang gelar M.D., dan Ph.D.
M.D. (Doctor of Medicine) adalah gelar akademik kedokteran.
Di banyak negara, seperti Amerika Serikat dan Jepang, lulusan pendidikan dokter memperoleh gelar M.D..
Dalam konteks dr. Elda, gelar ini menunjukkan bahwa ia telah menyelesaikan pendidikan kedokteran dan berhak menyandang gelar dokter.
Kemudian gelar Ph.D. (Doctor of Philosophy) adalah gelar doktor akademik atau setara dengan jenjang S3.
Meski terdapat kata Philosophy, gelar ini tidak berarti seseorang belajar filsafat.
Ph.D. diberikan kepada lulusan program doktor di berbagai bidang ilmu yang menyelesaikan penelitian dan disertasi, misalnya kedokteran, teknik, biologi, ekonomi, dan lain-lain.
Dari berbagai sumber disebutkan, bahwa Elda pernah menduduki sejumlah posisi penting.
Ia pernah mengemban tugas sebagai Research Assistant pada Indonesia Research Partnership on Infectious Disease (INARESPOND) di RSUP Dr. Sardjito.
Kemudian, ia pernah menjabat sebagai Site Coordinator berbagai uji klinis (clinical trial) di INARESPOND.
Lalu, ia juga pernah menjabat sebagai General Practitioner di Klinik Rumah Sehat Universitas Gadjah Mada.
Tidak hanya itu, Elda juga menjadi dokter di Elvya Medika, dan sekarang disebut tengah menjalani pendidikan sebagai dokter residen Ilmu Penyakit Dalam (Internal Medicine Resident).

