www.domainesia.com
Berita

Mengenang Kembali, Kesenian Ronggeng dan Peninggalan Kejayaan Kedatukan Istana Datuk Lima Laras

×

Mengenang Kembali, Kesenian Ronggeng dan Peninggalan Kejayaan Kedatukan Istana Datuk Lima Laras

Sebarkan artikel ini
BATU BARA | Warta Nasional, Kesenian ronggeng sebagai budaya kearipan lokal suku melayu yang kini hampir punah dan hilang ditelan perkembangan tekonologi dan informasi yang makin pesat. 

Namun, masyararakat yang menamakan dirinya Komunitas Musik Melayu Deli (KMMD) menggerakkan hati bersepakat untuk membangkitkan kembali kesenian ronggeng yang seakan-akan hampir hilang sekedar menjadi bahagian cerita sejarah yang dikenang. 

Bertajuk “Ronggeng Lima Istana” KMMD melaksanakan acara yang digelar di Istana Datuk Lima Laras, Kecamatan Tanjung Tiram, Kabupaten Batu Bara, Selasa (21/05/2024). 

Pegelaran acara Ronggeng ini sebagai upaya sebahagian masyarakat yang peduli kesenian untuk menghidupkan kembali serta menjajal kesenian yang  hampir tidak dikenali oleh kaum millenial masa kini. 

Kegiatan semacam festival ini pun  sudah hampir hilang didaerah puak-puak Melayu seperti Sedang Bedagai dan Deli Serdang serta Langkat, yang membutuhkan perhatian. 

Saat ini, KMMD berusaha menggali kembali jejak sejarah dan budaya yang kian pudar dari memori kolektif masyarakat.

Zainal Arifin, Ketua KMMD, dengan penuh semangat menceritakan visi di balik acara ini. “Tujuan utama kami adalah untuk membangkitkan semangat dan nuansa serta budaya Melayu yang sudah lama terpendam,”

Selanjutnya ia menjelaskan dengan mata berkaca-kaca bahwa ia merasakan perasaan senang dan bangga karena antusias warga turut serta pada kegiatan ini dan punya semangat yang sama, bahwa acara ini bukan hanya sekadar hiburan, melainkan juga upaya kolektif untuk menjaga warisan budaya.

Di Istana Datuk Lima Laras, suasana begitu meriah. Alunan musik yang khas, dan cerita-cerita lama tentang kejayaan Melayu terdengar kembali di halaman Istana.

Warga mengikuti tarian dan irama musik yang dimainkan dengan penuh perasaan oleh anggota KMMD. 

Masyarakat sekitar, tua dan muda, berkumpul menikmati pertunjukan ini dengan antusias. Sorotan utama dari acara ini adalah bagaimana istana-istana yang terlupakan kembali menjadi pusat perhatian. Banyak dari istana ini yang kini dalam kondisi memprihatinkan, tak terawat, dan nyaris terlupakan oleh generasi muda. 

Harapannya, situs atau peninggalan- peninggalan Melayu lebih terjaga, lebih terawat, dan lebih dapat diperhatikan oleh warga sekitar,” ungkap Zainal penuh harap. 

Keindahan istana istana ini tidak hanya terletak pada arsitekturnya yang megah, tetapi juga pada sejarah panjang yang mereka simpan. Setiap dinding, setiap ukiran, menyimpan kisah masa lalu yang berharga. Melalui kegiatan ini, KMMD berharap dapat mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga dan merawat warisan budaya mereka.

Mereka juga berharap agar pemerintah daerah dan masyarakat dapat bekerja sama dalam upaya pelestarian ini. Acara “Ronggeng Lima Istana” bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga sebuah panggilan untuk mengenali kembali identitas budaya dan sejarah.

Para peserta tidak hanya diajak untuk menikmati seni dan budaya, tetapi juga untuk merenung dan memahami pentingnya menjaga warisan leluhur.

“Kami ingin masyarakat menyadari bahwa istana-istana ini bukan hanya bangunan tua, tetapi juga simbol dari kejayaan dan identitas kita sebagai orang Melayu,” jelas Zainal.

Acara yang berlangsung hingga malam hari ini diakhiri dengan sesi diskusi dan sharing yang hangat. Para warga berbagi cerita, kenangan, dan harapan mereka tentang masa depan warisan budaya Melayu. 

KMMD berkomitmen untuk terus mengadakan kegiatan serupa di masa depan, memastikan bahwa semangat Melayu tetap hidup dan berkembang.

“Ronggeng Lima Istana” adalah lebih dari sekadar sebuah acara. Ini adalah gerakan untuk menghidupkan kembali warisan budaya, untuk memastikan bahwa generasi mendatang akan tahu dan bangga akan akar mereka. 

Melalui upaya ini, KMMD berharap bahwa budaya Melayu akan terus dihargai, dirawat, dan diteruskan dengan bangga kepada generasi selanjutnya. (Red),