MEDAN, WARTA NASIONAL – Gunung Sinabung yang terletak di Kabupaten Karo, Provinsi Sumatra Utara, kembali menunjukkan aktivitas vulkanik signifikan pada Senin (31/8).
Erupsi tercatat terjadi pada pukul 10.17 WIB dengan tinggi kolom abu mencapai sekitar 3.500 meter di atas puncak gunung.
Kepala Pos Pengamatan Gunungapi (PPGA) Sinabung, Armen Putra, mengonfirmasi bahwa hingga pukul 11.14 WIB, aktivitas keluarnya abu dari puncak masih terus teramati.
Berdasarkan hasil pantauan visual, kolom abu berwarna hitam pekat dengan intensitas tebal bergerak condong ke arah timur dan tenggara.
Armen mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik, namun wajib meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak hujan abu.
“Kami terus memantau perkembangan di lapangan. Warga diharapkan mengikuti arahan petugas dan mewaspadai sebaran abu vulkanik,” ujarnya.
Respons Cepat Pemerintah Desa
Kepala Desa Kuta Gugung, Kecamatan Naman Teran, Terkelin Sembiring, menyatakan pihaknya telah mengambil langkah antisipasi dini.
Masyarakat yang berada di sekitar kawasan wisata Danau Lau Kawar telah diminta untuk segera meninggalkan lokasi demi keamanan.
Selain evakuasi mandiri dari area rawan, pemerintah desa juga mulai membagikan masker kepada warga guna meminimalisir risiko gangguan pernapasan akibat paparan abu vulkanik.
Hingga laporan ini diturunkan, belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun kerusakan infrastruktur yang signifikan.
Sementara itu, Kasat Lantas Polres Karo, Andita Sitepu, mengatakan arus kendaraan di kawasan kota wisata Berastagi masih berjalan normal. Polisi juga belum melakukan pengalihan arus karena kondisi jarak pandang masih dalam batas aman.
“Arus lalu lintas berjalan normal, tidak ada pengalihan arus karena jarak pandang masih batas aman,” ujar Andita.
Meski demikian, personel Satlantas Polres Karo terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Sinabung, khususnya kemungkinan abu vulkanik berdampak terhadap keselamatan dan kelancaran lalu lintas.
“Personel terus monitor perkembangan erupsi Gunung Sinabung, apakah dampak debu vulkanik mengganggu arus lalu lintas,” ungkapnya.




