BATU BARA | Warta Nasional, Sejak zaman Asahan hingga jadi Batubara, hingga kini jaringan irigasi sawah yang rusak terletak di Desa Perupuk Dusun XII Kecamatan Lima Puluh Pesisir tidak kunjung diperbaiki oleh Pemerintah. Hal ini disampaikan Budi Muhammad Ketua PC IPNU Batu Bara, Sabtu (15/7/2023).
Pasalnya perbaikan jaringan irigasi ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat yang bekerja sebagai petani disekitar sawah, jika tidak segera diperbaiki maka saat curah hujan tinggi dapat membanjiri sawah milik warga, berakibat gagal tanam.
“Saat intensitas curah hujan tinggi atau air dari laut pasang besar masuk, petani selalu gagal panen disebabkan jaringan irigasi tidak berfungsi atau rusak, sehingga air melimpah ke permukaan sawah,” jelas Budi.
Terkait keresahan itu, Budi meminta kepada Plt. Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, Ir. Kurnia Lismawatie, MT untuk segera memperbaiki jaringan irigasi persawahan Desa Perupuk Dusun XII Kecamatan Lima Puluh Pesisir.
“Kami minta Plt Dinas PUTR untuk segera memperbaiki jaringan irigasi persawahan di desa tersebut. Karena Dinas tersebut dinilai tidak peduli kepada masyarakat sebab dari tahun ke tahun tidak ada perhatian,” pintanya.
Sebelumnya seorang Petani menjelaskan kepada Budi Ketua PC IPNU Batu Bara terkait keresahannya saat ini bersama para petani lainnya mengeluh kondisi ini, karena setiap tahun selalu gagal panen dan menyebabkan kerugian besar, ungkap salahsatu warga yang tidak mau disebutkan namanya.
“Belum lagi harga pupuk yang terus naik membuat petani menjadi kesal dan resah, selain merisaukan jaringan irigasi yang rusak dan hingga saat ini belum diperbaiki pemerintah,” ujarnya. (Red),



