BATU BARA | Warta Nasional, Salah seorang warga desa Sei Mentaram berusia 8 tahun Lastrika BR Ritonga meninggal dunia usai terperosok kedalam kolam setinggi 50-60 cm setelah pulang dari Sekolah. Hal ini disampaikan Pj. Kepala Desa Sei Mentaram Desy Minggu (6/11/2022).
Pj Kepala Desa Sei Mentaram Desy menyebutkan, bahwa Desa Sei Mentaram menjadi langganan banjir akibat sungai induk pembuangan air ke muara laut tidak dapat menampung air, ujarnya.
Namun Kades menjelaskan, ia terus berusaha melibatkan masyarakat untuk bergotong royong membersihkan anak-anak sungai yang tersumbat air agar jalan air lancar ketika musim hujan, ucapnya.
Sebelumnya menurut keterangan Pj Kades Sei Mentaram bahwa ada salah seorang anak warganya dari Swandi Firondang Ritong (40) dan Ibu Lesta Dewi Purba (39) menjadi korban banjir yang terperosok kekolam setelah pulang dari Sekolah, ia bernama Lastrika BR Ritonga Perempuan (8) anak Sekolah Dasar Desa Sei Mentaram, jelasnya.
Ditempat berbeda, warga Dusun III Sei Mentaram Nurli mengatakan, hujan deras sepekan terakhir mengakibatkan akses jalan sepanjang lebih kurang 500 meter di Desa Sei Mentaram dan rumah penduduk turut terendam banjir, selain rumah penduduk, banjir juga merendam lahan pertanian warga, ujar Nurli.
Hal serupa dikatakan Ibrahim banjir kali ini terparah meskipun Pemkab Batu Bara tahun 2021 lalu menerjunkan alat berat mengeruk sungai dan anak sungai, namun banjir tetap masih ada.
Menurut Ibrahim yang menjadi penyebab air banjir terparah apabila luapan debet air Kabupaten Asahan dan Kabupaten Simalungun turun ke sungai-sungai di beberapa Kecamatan Batu Bara diantaranya Kecamatan Sei Balai, Kecamatan Nibung Hangus, Kecamatan Meranti sehingga Desa Sei Mentaram, Desa Jati Mulia, Desa Tanjung Mulia, Desa Kuala Sikasim dan Desa Sei Balai terdampak luapan air, ucapnya.
“Apalagi benteng di tiga perbatasan saat ini pecah, diantaranya benteng sungai Kuala Sikasim, Desa Sei Mentaram dan Desa Tanjung mulai pecah,”, (Red).





